Beranda Artikel Guru SABAR MENERIMA MUSIBAH, MENGANTARKAN KEPADA SURGA Penulis : H. Machfudz Asyrofi, M.Si

SABAR MENERIMA MUSIBAH, MENGANTARKAN KEPADA SURGA Penulis : H. Machfudz Asyrofi, M.Si

346
0
H. Machfudz Asyrofi, M.Si

SABAR MENERIMA MUSIBAH, MENGANTARKAN KEPADA SURGA
Machfudz Asyrofi

H. Machfudz Asyrofi, M.Si

حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ قَالَتْ أَصْبِرُ قَالَتْ فَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا
Telah menceritakan kepadaku ‘Athaa bin Abu Rabah dia berkata ; Ibnu ‘Abbas berkata kepadaku; “Maukah aku perlihatkan kepadamu seorang wanita yang termasuk penghuni surga? Aku menjawab; ‘Ya.’ Ibnu Abbas berkata; ‘Ada seorang wanita hitam datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata; Sesungguhnya aku terkena penderita epilepsi dan sering tersingkap auratku, maka berdoalah kepada Allah untukku. Beliau bersabda: “Jika engkau berkenan, engkau bersabar maka bagimu surga, dan jika engkau berkenan, maka aku akan berdoa kepada Allah agar Allah menyembuhkanmu.” Ia berkata ; Tidak perlu bahkan aku akan bersabar. Namun berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap atau menyingkap dariku. Maka beliau mendoakan untuknya. (HR. Buchori-Muslim)

Kandungan dan Hikmah Hadits :
1.Allah menguji manusia dalam kehidupan di dunia, semua yang diterima dari Allah kepada manusia berupa kesenangan dan kesedihan adalah ujian baginya, tujuan Allah dalam memberikan ujian bukan untuk menghinakannya akan tetapi untuk kebaikan manusia jika manusia bersabar menerimanya.
ماَ يُصِيْبَ اْلمُسِلمَ مِنْ نَصَبٍ ، وَلَا وَصَبٍ ، وَلاَ هَمٍّ ، وَلاَ حُزْنٍ ، وَلاَ اَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُهَا اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ (رواه البخارى ومسلم)
” Tidak akan menimpa pada seorang Muslim dari suatu penyakit, tidak pula suatu nemcana, tidak pula kesedihan, tidak pula kesusahan, tidak pula bahaya kecil dan tidak pula duka cita, sehingga sebuah duri yang menusuk kakinya selain Allah menghapus dengannya sebagian dosa-dosanya “. (HR. Buchori dan Muslim).
2.Jangan mudah memberikan penilaian kepada seseorang dengan “baik atau tidak baik” dan “merasa diri lebih baik” daripada orang lain, karena penilaian semacam itu termasuk hak Allah, yang menilai manusia berdasarkan hati (niat) nya bukan berdasarkan perbuatannya.
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
” Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa “. (Annajm, 32)
اِن الله تعالى لا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ اِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ (رواه النسائي)
” Sesungguhnya Allah swt. tidak akan menerima suatu amal kecuali amal yang ikhlas karena Allah dan mencari ridha Allah “. (HR. Annasaa’i)
3.Boleh minta didoakan orang-orang yang shalih untuk dihilangkan musibahnya, akan tetapi bersadar atas musibah yang diterimanya itu lebih baik.
ماَ مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُوا لِاَخِيْهِ بِظَهْرِ اْلغَيْبِ اِلاَّ قَالَ اْلمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلِ ذَالِكَ (رواه مسلم وابو داود)
” Tidaklah dari seorang hamba muslim yang berdoa untuk saudaranya di balik punggung, kecuali malaikat berkata : semoga engkau memperolehnya seperti itu “. (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here