Beranda Artikel Guru PENDIDIKAN NASIONALISME : Meruwat Sejarah, Memaknai Merdeka Oleh : Ach. Sihabul Fathon,...

PENDIDIKAN NASIONALISME : Meruwat Sejarah, Memaknai Merdeka Oleh : Ach. Sihabul Fathon, S.Pd

300
0
Ach. Sihabul Fathon, S.Pd (Guru Pendidikan Lingkungan Hidup)

Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan nalurikejuangannya masing-masing, tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyatluar   biasa   kekuatannya. Kemudian   apa   itu   rasa   kebangsaan?  Rasa   kebangsanaan   adalahkesadaran berbangsa, yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuhdari   kebudayaan,  sejarah, dan   aspirasi   perjuangan   masa   lampau, serta   kebersamaan   dalammenghadapi tantangan sejarah masa kini.

Ach. Sihabul Fathon, S.Pd (Guru Pendidikan Lingkungan Hidup)

Momentum 17 Agustus merupakan hari yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia. Karena pada hari itu, Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaanya dan bebas dari para penjajah serta awal mula berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 17 Agustus bangsa kita memperingati sebagai Hari Proklamasi Republik Indonesia.

Sebagai tanda rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan ini, rakyat Indonesia setiap tahun merayakan Hari Proklamasi ini dengan acara-acara yang meriah. Hal ini memang sangat perlu dilakukan demi menanamkan jiwa-jiwa nasionalisme didalam diri warga Indonesia. Khususnya di dalam dunia pendidikan (Institusi Sekolah) perlu merayakan Hari Kemerdekaan untuk menumbuhkan jiwa Nasionalisme pada diri siswa. Pengertian dan makna Hari Kemerdekaan tentu saja bukanlah hanya sekedar upacara pengibaran bendera sang saka Merah Putih di tanah lapang yang dihadiri oleh beragam lapisan masyarakat yang banyak dengan diiringi berbagai perayaan yang hanya bersifat seremonial. Namun, sebagai bangsa yang telah besar tentu saja bangsa Indonesia harus mampu memaknai perayaan Hari Kemerdekaan sebagai bentuk perenungan diri terhadap segala apa yang terjadi pada bangsa kita.

Pendidikan Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Sedangkan makna Merdeka sendiri mempunyai arti bahwa Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia.Proklamasi kemerdekaan indonesia dan pengakuannya oleh dunia telah didapatkan bangsa ini dengan perjuangan berat tak kenal pamrih. Dengan modal kemerdekaan, suatu bangsa akan memiliki harga diri dan dapat bersama-sama duduk saling berdampingan dengan bangsa-bangsa di dunia.

Sedangkan makna umum dari Pendidikan adalah salah satu hak mutlak yang kita harus kita dapatkan sebagai jalan untuk dapat terlepas dari marjinalisasi dan dapat berinteraksi dengan lingkungan social[i]. Salah satu implementasi dari undang-undang tersebut adalah perlakuan sistem kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan) yang tujuannya adalah memberikan hak otonomi dalam pendidikan (bukan privatisasi yang mengarah kepada eksploitasi dan komersialisasi). Hal ini akan semakin mudah mengembangkan siswa untuk berkembang sesuai dengan keahlian dan potensinya yang sangat kontekstual dengan lingkungan tempat tinggalnya. Dimensi lain juga disentuh dalam system pendidikan nasional yakni tentang unsur-unsur yang terlibat di dalamnya, seperti siswa/peserta didik, tenaga pengajar dan lembaga pendidikan yang berwenang dalam dunia pendidikan.

Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) telah diterangkan arti dari pendidikan, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Jelas tersirat dalam pengertian diatas meskipun hanya secara definitif kita juga dapat melihat hakikat pendidikan yang tujuan akhirnya adalah sebuah bentuk pengabdian kita terhadap Negara. isu nasinalisme saat ini jarang sekali dikaitkan dengan pendidikan, meskipun system kurikulum pendidikan kita telah berubah dengan mengusung tiga aspek penting diantaranya adalah: kognitif, psikomotorik dan afektif. Ketiga nilai tersebut akan semakin mempertegas kita dalam melihat hasil kinerja sistem pendidikan kita yang baru. Siswa tidak lagi hanya difokuskan akan kebutuhan kognitifnya saja, akan tetapi semua hal yang menyangkut pengembangan potensi kita sebagai manusia.

Sehingga, produk yang di harapkan dari memaknai merdeka melalui npendidikan Nasionalisme ini adalah mampu menciptakan dan menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme pada diri siswa, yang nantinya akan menjadi penerus bangsa Indonesia.

Salam Merdeka..!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here