Beranda Artikel Guru ISLAM DAN MASALAH SOSIAL (3)

ISLAM DAN MASALAH SOSIAL (3)

309
0
Foto : H. Machfudz Asyrofi, M.Si
Foto : H. Machfudz Asyrofi, M.Si

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim. (Albaqarah, 254)

Sebagian besar ayat Alqur’an yang menjelaskan perintah Ibadah selalu diawali dengan sebutan Iman. Sebagian mufasir memberikan penjelasan sebagai berikut :

  1. Setiap ibadah mengandung dasar, fungsi dan tujuan.
  2. Ibadah harus melahirkan : jiwa muraqabah (diawasi), jiwa rif’ah (budi luhur) dan jiwa ukhuwah (persaudaraan).
  3. Ibadah itu sebagai amal shalih, setiap amal shalih harus dilakukan dengan cara yang baik/benar dan tepat.

 

Sedekah yang bersifat sunnah atau tatawwu’ (hibah, sedekah, wakaf) tidak perlu menunggu kaya, karena Allah tidak menilai perbuatan seseorang berdasarkan besar atau banyaknya amal tetapi berdasarkan nilai ketaatan dan keihlasan. Karena urgensi perintah infaq dan zakat adalah :

  1. Tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa)
  2. Tazkiyatul maal (pembersihan harta)
  3. Tazkiyatul musykilah (pembersihan persoalan)

Janji Allah dan rasulnya kepada orang yang gemar berinfaq dan sedekah :

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul- Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (Alhadiid, 18)

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (Attaubah, 104)

قال رسول الله صلعم ، اَلصَّدَقَةُ عَلَى وَجْهِهَا وَاصْطِنَاعُ اْلمَعْرُوفِ وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ وَصِلَةُ الرَّحِمِ تُحَوِّلُ الشَّقَاءَ سَعَادَةً ، وَتَزِيْدُ فِى اْلعُمُرِ وَتَقِىَ مَصَانِعَ السُّوْءِ (رواه ابو نعيم)

Rasulullah saw bersabda : sedekah itu menurut niatnya dan sebagai pembantuk kebajikan sebagaimana berbuat baik kepada kedua orang dan melakukan silaturrahim itu dapat memindahkan kecelekaan pada kebahagiaan, dapat menambah panjang umur dan menjaga diri terjerumus ke dalam kejahatan. (HR. Abu Na’im)

 

Wallahu a’lam

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here