Beranda Uncategorized Bakal Jadi Sekolah Entrepreneurship, Spemutu Gelar Workshop Bareng Universitas Ciputra

Bakal Jadi Sekolah Entrepreneurship, Spemutu Gelar Workshop Bareng Universitas Ciputra

23
0

Hefa Yustisia Fanani, S.Pd, Wakasek Urusan Hubungan Masyarakat SMP Muhammadiyah 1 Gresik yang menjadi penggagas ide kerjasama antara Spemutu dan Universitas Ciputra Surabaya menceritakan latar belakang adanya kerjasama dalam bidang entrepreneur ketika dijumpai pada workshop yang berlangsung Sabtu (1/9/2018) di SMP Muhammadiyah 1 Gresik. “Zaman maju berkembang, namun tingkat pengangguran justru bertambah. Banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia, memancing ide kreatif setiap orang. Oleh sebab itu, harus ada alternatif lain untuk bergerak, salah satunya ya menjadi wirausahawan. Kita disini mencoba untuk menyelipkan nilai-nilai kewirausahaan dalam proses pembelajaran”, begitu ungkapnya. Menggandeng Universitas Ciputra Surabaya sebagai partner kerjasama, ia berharap segala yang telah direncanakan segera terealisasi.

Dijumpai di sekolah H-1 sebelum workshop digelar, Ahmad Ashari, S.Pd selaku kepala sekolah spemutu menyatakan bahwa workshop ini merupakan kelanjutan dari program kerja yang diusulkan oleh urusan bidang HUMAS pada rapat kerja di awal semester kemarin. “Saya ingin sekolah ini menjadi pembeda diantara sekolah lain. Seperti yang kita tahu sekolah adiwiyata sudah banyak kita jumpai, demikian pula sekolah ramah lingkungan. Tapi sekolah entrepreneurship jarang kita dengar. Oleh karena itu, saya berharap ini adalah langkah baru untuk spemutu”.

Workshop ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gresik, Ir. Ahmad Subagiono. Dalam sambutannya, banyak hal yang ia sampaikan terutama mengenai kelanjutan program kerjasama ini. “Spemutu adalah yang awal. Nantinya akan disusul oleh sekolah kompleks yang lain, SD Mutu, SD Muda dan SD muti” begitu ungkapnya tentang kerjasama dengan Universitas Ciputra Surabaya.

Narasumber yang dihadirkan pada workshop kemarin adalah seorang dosen dari Universitas Ciputra Surabaya yang sudah berkarir di dunia pendidikan selama hampir 18 tahun, Mr Lucky Cahyana Subadi, S.Pd, M.M. Dosen yang mengawali karir sebagai seorang guru SD ini melakukan banyak perjalanan untuk mengembangkan pendidikan entrepreneurship di Indonesia, diantaranya perjalanan Tobelo-Maluku dan Padang-Sumatera. Saat ini, ia aktif sebagai dosen di Universitas Ciputra dan membantu mengembangkan kurikulum di program study yang terdapat disana. Menurutnya ada 3 prinsip dasar yang harus dimiliki seorang entrepreneur, “Pertama kita harus peka terhadap kebutuhan orang lain, ini akan menjadi langkah awal untuk kita bergerak. Kedua, seseorang harus mampu melihat peluang. Dan yang terakhir, kita harus berani mengambil resiko”.

Tentunya dalam penerapan pembelajaran berbasis entrepreneurship ini terdapat peran wakil kepala urusan kurikulum. Dijumpai di tempat workshop, Sulistyaningsih, S.Pd., M.Pd, selaku wakil urusan kurikulum spemutu mengungkapkan bahwa praktik dari workshop ini di sekolah adalah dengan cara menyisipkan materi-materi entrepreneurship ke dalam mata pelajaran yang ada di sekolah. “Minimal lah, dalam 1 K.D di dalam RPP yang diberikan sudah memasukkan nilai-nilai entrepreneurship dalam proses pembelajarannya” tuturnya.

Penulis : Awiyan Subekti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here